PROJECT BASED LEARNING

Model Pembelajaran Project Based Learning
Untuk memenuhi tugas
Rancangan dan Strategi Pembelajaran Matematika (RSPM)





Dosen : Siska Firmasari, S.Si.,M.Pd
Yudrick Maulana Fiqri
2A
1130707181
     

PROGRAM STUDI  MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
 UNSWAGATI CIREBON
2015

  1. Model: Project Based Learning
Model Project based learning adalah sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatannya, si siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar (pengetahuan, keterampilan, dan sikap). Kerja proyek memuat tugas-tugas yang kompleks berdasarkan permasalahan (problem) sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata dan menuntut siswa untuk melakukan kegiatan merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, serta memberikan kesempatan siswa untuk bekerja secara mandiri maupun kelompok. Hasil akhir dari kerja proyek tersebut adalah suatu produk yang antara lain berupa laporan tertulis atau lisan, dan presentasi.
Langkah-langkah pelaksanaan project based learning:
1.      Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question).
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan kepada siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan sesuai dengan dunia nyata yang relevan untuk siswa. dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam.
2.      Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Dengan demikian siswa diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.
3.      Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain:
(1) membuat timeline(alokasi waktu) untuk menyelesaikan proyek,
(2) membuat deadline(batas waktu akhir) penyelesaian proyek,
(3) membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru,
(4) membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak
berhubungan dengan proyek, dan
(5) meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.
4.      Memonitor siswa dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of
the Project)
Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas siswa selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi siswa pada setiap proses. Dengan kata lain guru berperan menjadi mentor bagi aktivitas siswa. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.
5.         Menguji Hasil (Assess the Outcome)
Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar,
berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing siswa, memberi umpan
balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai siswa, membantu guru dalam
menyusun strategi pembelajaran berikutnya.
6.         Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)
Pada akhir pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok.

B.     Pendekatan: Realistik
Realistic Mathematics Education adalah suatu teori dalam pendidikan matematika yang berdasarkan pada ide bahwa matematika adalah aktivitas manusia dan matematika yang harus dihubungkan secara nyata terhadap konteks kehidupan sehari-hari siswa sebagai suatu sumber pengembangan dan sebagai area aplikasi melalaui proses matematisasi baik horizontal maupun vertical.
Alasan menggunakan pendekatan realistik pada model pembelajaran project based learning adalah karena pendekatan realistik ini memiliki kesamaan atau saling terhubung dengan metode project based learning yaitu dalam proses kegiatan belajar mengajarnya menggunakan atau memanfaatkan realitas, lingkungan, dan benda yang ada di kehidupan sehari-hari. Yang dimana model pembelajaran project based learning ini juga menggunakan benda dalam kegiatan proyeknya (tugas) sehingga cocok dengan pendekatan realistik.

C.     Contoh Soal
1.             Temukan Barisan Bilangan Fibonacci (BBF) dalam alam sekitar kita, selanjutnya buatlah presentasi terkait BBF dalam bentuk power point (PPT) atau dalam bentuk madding!
2.             Dinda dan meta mengamati puncak tiang bendera pada arah berlawanan. Dinda melihat dengan sudut  dan meta melihat dengan sudut 60 terhadap arah horizontal. Jarak meta ke tiang bendera 10 meter. Gambarlah sketsa pada permasalahan diatas tanpa mengukur langsung tinggi tiang bendera dan tentukan:
a.    Tinggi tiang bendera (tinggi pengamat diabaikan).
b.    Jarak antara dinda dan meta.
3.             Rangga melihat puncak pohon dengan sudut elevasi . Kemudian rangga melangkah maju sejauh 2 meter dari posisi semula dan melihat puncak pohon yang sama dengan sudut elevasi . Tanpa mengukur jarak rangga ke  pohon, tentukan tinggi pohon tersebut!



DAFTAR PUSTAKA

Artikel PPPPTK Matematika tentang penerapan project based learning dalam materi pola bilangan kelas VII, oleh Theresia Widyantini
Yuk Di Share :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "PROJECT BASED LEARNING"

as45kaki.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright © 2015 OIOI - All Rights Reserved
Template By Kunci Dunia
Back To Top