BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan
pendidikan Nasional di Indonesia tentu saja bersumber pada pandangan dan cara
hidup manusia Indonesia, yakni Pancasila. Sebagai implikasi dari nilai-nilai
filsafat Pancasila yang dianut bangsa Indonesia, dicerminkan dalam rumusan
tujuan Pendidikan Nasional seperti terdapat dalam UU No.20 Tahun 2003 yaitu :
Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 . Pendidikan Nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peadaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk mengetahui
pengembangan dan konsep-konsep dalam pengelolaan kurikulum pendidikan serta
mengetahui komponen-komponen dan tujuan dalam dibentuknya manajemen kurikulum
itu agar berjalan dengan baik.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,
maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Apa yang
dimaksud dengan Manajemen Kurikulum ?
2. Apa tujuan dari
Manajemen Kurikulum ?
3. Apa saja
komponen-komponen dalam Manajemen Kurikulum ?
4. Bagaimanakah
prinsip Manajemen Kurikulum ?
C. Tujuan
Adapun tujuan makalah ini, sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui yang dimaksud dengan Manajemen Kurikulum.
2. Untuk
mengetahui komponen-komponen dalam Manajemen Kurikulum.
3. Untuk
mengetahui tujuan dari Manajemen Kurikulum.
4. Untuk
memahami konsep dasar Manajemen Kurikulum.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar
Manajemen
kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif ,
komperehenship, sistematik dan sistematik dalam rangka mewujudkan kecapaian
tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen kurikulum harus dikembangkan
sesuai dengan konteks manajemen berbasis sekolah (MBS) dan kurikulum tingkat
satuan pendidikan (KTSP). Oleh karena itu otonomi yang didirikan pada lembaga
pendidikan atau sekolah dalam mengelola kurikulum secara mandiri dengan
memprioritaskan kebutuhan dan ketercapaian sasran dalam visi dan misi lembaga
pendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijaksanaan nasional yang telah
ditetapkan.
Hubungan
sekolah dengan masyarakat perlu dikelola secara produktif agar masyarakat
merasa memiliki sekolah. Sehingga terbentuk sinerjik antara sekolah dengan
masyarakat untuk mewujudkan program-program sekolah. Dengan demikian
keterlibatan masyarakat dalam manajemen kurikulum dimaksudkan agar dapat
memahami, membantu, dan mengontrol implementasi kurikulum, sehingga lembaga
pendidikan atau sekolah selain dituntut kooperatif juga mampu mandiri dalam
mengidentifikasi kebutuhan kurikulum, mendesain kurikulum, menentukan prioritas
kurikulum, melaksanakan pembelajaran menilai kurikulum, mengendalikan serta
melaporkan sumber dan hasil kurikulum baik kepada masyarakat maupun pemerintah.
B. Ruang lingkup manajemen kurikulum
Ruang
lingkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian
kegiatan kurikulum. Pada tingkat sekolah kegiatan kurikulum lebih mengutamakan
untuk merealisasikan dan merelevansikan antara kurikulum nasional (standar
kompetensi/kompetensi dasar) dengan kebutuhan daerah dan kondisi sekolah yang
bersangkutan, sehingga kurikulum tersebut merupakan kurikulum yang integritas
dngan peserta didik maupun dengan lingkungan.
C. Prinsip dan Fungsi
Manajemen Kurikulum
Prinsip
dan fungsi yang harus diperhaikan dalam melaksanakan manajemen kurikulum adalah
beberapa hal sebagai berikut , yaitu :
a. Produktivitas
, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus
dipertimbangkan dalam manajemen kurikulum. Pertimbangan bagaimana agar peserta
didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan kurikulum harus menjadi
sasaran dalam manajemen kurikulum.
b. Demokratisasi,
pelaksanaan manajemen kurikulum harus berdasarkan demokrasi yang menempatkan
pengelola, pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusnya melaksanakan
tugas dengan penuh tanggungjawab untuk mencapai tujuan kurikulum.
c. Kooperatif,
untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum perlu
adanya kerjasama yang positif dari berbagai pihak yang terlibat.
d. Efektifitas
dan efisiensi, rangkaian kegiatan manajemen kurikulum harus mempertimbangkan
efektivitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum, sehingga kegiatan
manajemen kurikulum tersebut memberikan hasil yang berguna dengan biaya, tenaga
dan waktu yang relatif singkat.
e. Mengarahkan
visi, misi dan tujan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen
kurikulum harus dapat memperkuat dan mengarahkan visi, misi dan tujuan
kurikulum.
Dalam proses pendidikan perlu dilaksanakan manajemenkurikulum
untuk memberikan hasil kurikulum yanh legih efektif, efisiensi, dan optimal
dalam memberdayakan berbagai sumber maupun komponen kurikulum . ada beberapa
fungsi dari manajmen kurikulum di antaranya :
a) Meningkatkan
efisiensi pemanfaatan sumberdaya kurikulum, pemberdayaan sumber maupun
komponen-komponen kurikulum dapat ditingkatkan melalui pengelolaan yang
terencana dan efektif.
b) Meningkatkan
keadailan (equality) dan kesempatan pada siswa untuk mencapai hasil yang
maxsimal, kemampuan yang maxsimal dapat dicapai peserta didik tidak hanya
selalu kegiatan Intrakulikuler, tetapi juga perlu melalui kegiatan
ektrakulikuler yang dikelola secara integritas dalam mencapai tujuan kurikulum.
c) Meningkatakan
relevansi dan efektifitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik
maupun lingkungan sekitar peserta didik, kurikulum yang dikelola secara efektif
dapat memberikan kesempatan dan hasil yang relevan dengan kebutuhan peserta
didik mauoun lingkungan sekitar.
d) Meningkatkan
efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam mencapai tujuan
pemebelajaran, dengan pengelolaan kurikulum yang provesional, efektif dan
terpadu dapat memberikan motivasi pada kinerja guru maupun aktifitas siswa
dalam belajar.
e) Meningkatkan
efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar, proses pembelajaran selalu
dipantau dalam rangka melihat konsistensi antara design yang telh direncanakan
dengan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian ketidaksesuaian antara design
dengan implementasi dapat dihindarkan. Disamping itu, guru maupun siswa selalu
termotivasi untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efisien, karena
adanya dukungan kondisi positif yang diciptakan dalam kegiatan pengelolaan
kurikulum.
f) Meningkatkan
partisipasi masyarakat untuk mmbantu mengembangkan kurikulum, kurikulum yang
dikelola secara propesional akan melibatkan masyarakat khususnya dalam mengisi
bahan ajar atau sumber belajar perlu disesuaikan dengan ciri khas dan kebutuhan
pembangunan daerah setempat.
Empat
komponen kurikulum yaitu :
1. strategi pencapaian tujuan dan
2. Komponen
Komponen tujuan
3. Komponen
isi/materi
4. Metode
evaluasi
Ke-empat komponen tersebut satu sama lain saling berkaitan
sebagai suatu sistem yang saling mendukung dalam proses pencapaian tujuan. Agar proses
belajar mengajar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka
langkah-langkah dalam pelaksanaan kurikulum disekolah perlu diperhatikan.
Tahapan pelaksanaan kurikulum diseolah melalui empat tahap yaitu :
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
dan koordinasi
c. Pelaksanaan
d. Pengendalian
D. Komponen – Komponen Kurikulum
Kurikulum
merupakan suatu sistem yang memiliki komponen-komponen tertentu.
Komponen-komponen apa saja yang membentuk kurikulum itu? Bagaimana keterkaitan
antara komponen-komponen itu? Komponen-komponen kurikulum dapat dilihat dalam
gambar di bawah ini.
Bagan
tersebut menggambarkan bahwa sistem kurikulum terbentuk oleh empat
komponen-komponen, yaitu komponen tujuan , isi kurikulum, metode atau strategi
pencapaian tujuan dan komponen evaluasi. Sebagai manakala salah satu komponen
yang membentuk system kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponen
lainnya, maka system kurikulum pun akan terganggu pula.
a. Komponen
tujuan
Komponen tujuan berhbungan dengan arah dan hasil yang ingin diharapkan.
Dalam skala makro rumusan tujuan kurikulum erat kaita nya dengan filsafat atau
sistim nilai yang dianut masyarakat bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu
masyarakat yang di cita-citakan. Misalkan, filsafat atau sistim nilai yang
dianut masyarakat indonesia adalah pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai
oleh suatu kurikulum adalah membentuk masyarakat yang pancasilais. Dalam sekala
mikro, tujuan kurikulum berhubungan dengan visi dan misi sekolah serta
tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan
proses pembelajaran.
Tujuan pendidikan mempunyai klasifikasi, dari tujuan yang sangat umum
samoai tujuan khusus yang bersifat spesifik dan dapat diukur yang kemudian
dinamakan kompetensi. Tujuan pendidikan di klasifikasikan menjadi emapat yaitu
:
Ø Tujuan pendidikan nasional (TPN)
Ø Tujuan institusional (TI)
Ø Tujuan kurikuler (TK)
Ø Tujuan instruksional atau tujuan
pembelajaran (TP)
Tujuan pendidikan nasional (TPN)
adalah tujuan yang bersifat felling umum dan merupakan sasaran akhir yang harus
dijadikan pedoman oleh setiap usaha pendidikan, artinya setiap lembaga dan
penyelenggara pendidikan harus dapat memebentuk manusia yang sesuai dengan rumusan itu, baik pendidikan yang
diselenggrakan oleh lembaga pendidikan formal, informal, maupun nonformal,
tujuan pendidikan umum biasanya dirumuskan dalam bentuk perilaku yang ideal
sesuai dengan pandangan hidup dan filsafat suatu bangsa yang dirumuskan oleh
pemerintah dalam bentuk UU. TPN merupakan sumber dan pedoman dalam usaha
penyelenggaraan pendidikan. Secara jelas tujuan pendidikan nasional yang
bersumber dari sistim nilai pancasila dirumuskan dalam UU No. Th, pasal 3 bahwa
pendidikan nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik,
agar menjadi manusia yang beriman yang bertakwa kepada tuhan yang maha esa,
berakhlak mulia, sehat. Berilmu, cakap , kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis secara bertanggung jawab.
Tujuan instusional (TI) adalah tujuan
yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan. Dengan kata lain tujuan ini
dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki setiap siswa
setelah mereka menempuh atau dapat menyelesaikan program di suatu lembaga
tertentu. Tujuan instusional merupakan tujuan antara untuk mencapai tujuan umum
yang dirumuskan dalam bentuk kompetensi lulusan oleh setiap jenjang pendidikan
seperti misalnya standar kompetensi pendidikan dasar, menenah, kejurauan dan
jenjang pendidikan tinggi.
Tujuan kurikulum (TK) adalah tujuan
yang harus dicapai oleh setiap bidang study atau mata pelajaran. Oleh sebab itu
tujuan kurikulum dapat didefinisikan sebagai kualifikasi yang harus dimiliki
anak didik setelah mereka menyelesaikan suatu bidang study tertentu dalam suatu
lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler juga pada dasarnya merupakan tujuan antara
untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan. Dengan demikian setiap tujuan
kulikuler harus dapat mendukung dan diarahkan untuk mencapai tujuan
instusional. Contoh tujuan kulikuler adalah tujuan bidang study matematika di
SD, tujuan pembelajaran IPS di SLTP dan lain sebagainya. Dalam kurikulum yang
berpotensi pada pencapaian kompetensi tujuan kulikuler menggambarkan standar
isi settiap mata pelajaran atau bidang study yang harus dikuasia siswa pada
setiap satuan pendidikan dalam klasifikasi tujuan pendidikan , tujuan
insstruksional atau sekarang lebih populer dengan tujuan pembelajaran merupakan
tujuan yang paling khusus.
Tujuan pembelajaran (TP) merupakan
bagian dari tujuan kulikuler dapat didefinisikan sebagai kemampuan yang harus
dimilki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasa tertentu dalam bidang
study tertentu dalam sekali pertemuan. Karena hanya guru yang memahami kondisi
di lapangan termasuk memahami karakteristik siswa yang akan melakukan
pembelajaran disuatu sekolah maka menjabarkan tujuan pembelajaran ini adalaha
tugas guru sebelum guru melakukan proses belajar mengajar guru perlu merumuskan
tujuan pembelajaran yang harus dikuasi anak didik setelah mereka selesai
mengikuti pelajaran. Menurut Bloom dalam bukunya taksonomi of educational
objectives yang terbit pada tahun 1965, bentuk perilaku sebagai tujuan yang
harus dirumuskan dapat digolongkan kedalam tiga klasifikasi atau tiga domain
(bidang) yaitu domain kognitif, efektif, dan psikomotor.
b. Komponen isi/materi pembelajaran
Pada
komponen isi kurikulum lebih banyak menitik beratkan pada pengalaman belajar
yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam kegiaan proses pembelajaran. Isi
kurikulum hendaknya memuat aspek yang berhubungan dengan aspek kognitif
(pengetahuan), efektif (sikap atau perilaku), dan psikomotorik (keterampilan
atau skill). Yang terdapat pada isi setiap mata pelajaran yang disampaikan dalam
kegiatan proses pembelajaran. Isi kurukilum dan kegiatan pembelajaran diarahkan
untuk mencapai tujuan dari semua aspek tersebut.
1. Komponen metode
Komponen
metode ini berkaitan dengan strategi yang harus dilakukan dalam rangka
pencapaian tujuan. Metode yang tepat adalah metode yang sesuai dengan materi
dan tujuan kurikulum yang akan dicapai dalam setiap pokok bahasan. Dalam posisi
ini guru hendaknya tidak menerapkan satu metode saja tetapi guru dapat
menerapkan berbagai metode agar proses pembelajaran berlangsung dengan
menyenangkan dan mencapai sasaran yang direncanakan. Dengan demikian rencana
yang sudah disusun dapat diterapkan secara optimal.
2. Komponen evaluasi
Pengembangan
kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir (olipa,1988), proses
tersebut meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Merujuk pada pendapat hatersebut, maka dalam
korteks pengembangan kurikulum, evaluasi merupakan bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari pengembangan kurikulum itu sendiri. Melalui evaluasi, dapat
ditentukan nilai dan arti kurikulum, sehingga dapat dijadikan bahan
pertimbangan apakah suatu kurikulum dapat di pertahankan atau tidak,
bagian-bagian mana yang harus disempurnakan. Evaluasi merupakan komponen untuk
melihat efektifitas pencapaian tujuan dalam korteks kurikulum evaluasi dapat
berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai
atau belum, atau evaluasi digunakan sebagai upah balim dalam perbaikan strategi
yang ditetapkan. Kedua fungsi tersebut menurut scriven (1967) adalah evaluasi
sebagai fungsi sumatif dan evaluasi sebagai fungsi pormatif.
3. Kasus
Manajemen
kurikulum dan pembelajaran diarahkan agar proses pembelajaran sesuai dengan
tujuan yang telah dirumuskan. Guru diberikan kewenangan untuk mengembangkan
kurikulum agar proses belajar mengajar memiliki makna yang mendalam pada diri
siswa dan guru. Kepala sekolah juga bertanggungjawab dalam membimbing dan
mengarahkan pengembangan kurikulum dalam pembelajaran serta melakukan supervisi
dalam pelaksanaannya. Kepala sekolah bekerja keras dan bertanggung jawab dalam
proses perencanaan, pelaksanaan , dan penilaian terhadap perbaikan dan
pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Untuk ketercapaian program kurikulum
dan pembelajaran yang efektif, kepala sekolah bersama guru harus menjabarkan
isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program tahunan,
caturwulan dan bulanan. Sedangkan program mingguan atau satuan pelajaran
(satpel), wajib dipahami dan didalami guru sebelum melakukan kegiatan belajar
mengajar. Agar proses belajar mengajar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah
di tetapkan, maka langkah-langkah dalam pelaksanaan kurikulum disekolah perlu
diperhatikan.
E. Tahap
Pelaksanaan Kurikulum
Tahapan
pelaksanaan kurikulum disekolah melalui empat tahap yaitu :
a) Perncanaan
b) Pengorganisasian
dan koordinasi
c) Pelaksanaan
d) Pengendalian
1. Tahap
perencanaan
Pada
tahap ini perlu dijabarkan menjadi rencana pembelajaran (RP). Guru mrlakukan persiapan yang komperensip sebelum
melakukan proses belajar mengajar di kelas. Pada tahap ini guru melakukan
persiapan dari mulai tujuan pembelajaran, materi yang akan disampiakan, metode
yang tepat yang akkan digunakan, media dan alat yang mendukung proses
pembelajaran, buku sumber atau buku referensi dan alat evaluasi yang akan
ditetapkan. Dalam tahap perencanaan ini pula perlu dipahami hal-hal sebagai
berikut : a) menjabarkan GBPP menjadi analisis mata pelajaran (AMP), b)
memiliki kalender akademik , c) menyusun program tahunan (prota) , d) menyusun
progra, catur wulan (proca) e) program satuan pembelajaran (PSP) dan f) rencana
pembelajaran (RP). Kegiatan-kegiatan berikut merupakan pedoman guru dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar, oleh karena itu kepala sekolah perlu
memberikan perhatian , pembinaan dan bantuan serta memeriksa pekerjaan guru
tersebut. Kepala sekolah melakukan pemeriksaan secara cermat untuk memberikan
penilaian dan umpan balik apabila ada yang perlu diperbaiki atau ditambahkan.
Dengan cara ini akan memberikan pengaruh dan dampak bagi guru untuk melakukan
persiapan dan perencanaan pembelajaran dengan baik. Penyusunan perencanaan
pembelajaran akan lebih komprehenshif apabila dilakukan bersama beberapa orang
guru bidang studi sejenis dalam MGMP. MGMP pelu mendapat perhatian dari
pimpinan sekolah agar berjalan sesuai dengan tujuan di bentuknya lembaga ini.
2. Tahap
pengorganisasian dan koordinasi
Pada tahap perencanaan seluruh aspek
yang berkaitan deengan proses pembelajaran disiapkan secara matang dan menyeluruh
agar pada tahap pengorganisasian dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan
sebaik baiknya. Pada tahap pengorganisasian dan koordinasi ini merupakan tahap
yang perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh kepala sekolah beserta tim
yang dibentuk untuk memudahkan pembagian tugas sesuai dengan kegiatan yang akan
dilaksanakan. Kepala sekolah berkewajiban untuk mengelola dan mengatur
penyusunan kalender akademik, jadwal pelajaran, tugas da kewajiban guru, serta
program kegiatan sekolah. Pada tahap ini hal-hal yang perlu d perhatikan oleh
kepala sekolah adalah sebagai berikut :
a) kalender akademik disusun
berdasarkan rencana program kegiatan yang akan berlangsung disekolah selama
satu tahun kedepan. Penyusunan kalender akademik memberikan arah yang jelas
tentang berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan oleh sekolah selama satu tahun
kudepan. Kalender akademik yang disusun berdasarkan kebutuhan dan hasil
pemikiran bersama antara kepala sekolah dan guru akan memberikan kejelasan
dalam merealisasikan program kegiatan sekolah. Kalender akademik yang telah
disusun ini disosialisaikan kepada seluruh guru, siswa, orang tua siswa dan
masyarakat. Dengan mengetahui kalender akademik diharapkan akan terjadi
sinergi dalam mewujudkan program kegiatan yang akan dilaksanakan sekolah.
b) penyusunan jadwal pelajaran
didasarkan kepada kewajiban mengajar guru 5hari-minggu. Jadwal pelajaran
disusun berdasarkan hasil musyawarah bersama, antara kepala sekolah dan guru.
Dengan demikian guru akan bertanggung jawab dalam menyampaikan pelajaran kepada
siswa. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran diharapkan guru mengikuti kegiatan
dalam MGMP.
c) pengaturan tugas dan kewajiban
guru dilandasi oleh kebersamaan, kedialan, dan tidak menimbulkan permasalahan.
Pembagian tugas dan kewajiban guru ini disesuaikan dengan bidang keahlian dan
minat guru tersebut. Pembagian tugas didasarkan kepada beban tugas minimal dan
keahliannya. Dengan demikian pada setiap guru diharapkan akan tumbuh motivasi
untuk berprestasi, kebersamaan dalam merealisasikan program sekolah, sinerjik
antara pimpinan, guru stap TU, dan orang tua dalam upaya meninghkatkan mutu
sekolah.
d) program kegiatan sekolah disusun
berdasarkan kebutuhan nyata untuk meningkatkan, mengembangkan dan memajukan
sekioah, program kegiatan sekolah disusun berdasarkan visi, misi dan tujuan
yang akan diwujudkan dalam kepemimpinan kepala sekolah bersama-sama seluruh
komponen sekolah. Program kegiatan sekolah meliputi program internal sekolah
dan program eksternal yang akan dilaksanakan sekolah. Program yang berkaitan
dengan peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan propesionalisme guru dan
stap TU, program penataan kurikulum, program pengelolaan sarana dan prasarana
sekolah, program pengelolaan keuangan sekolah , program pengembangan hubungan sekolah
dengan masyarakat. Berbagai program kegiatan sekolah satu tahun sampai dengan
lima tahun kedepan perlu diorganisir dan dikoordinasikan secara cermat dan
transparan.
3. Tahap pelaksanaan, pada tahap ini merupakan tahap yang paling menentukan
apakah sekolah di bawah kepemimpinan kepala sekolahdapat mewujudkan program
sekolah atau tidak. Perencanaan , pengorganisasian dan koordinasi yang telah
disusun akan dibuktikan keberhasilannya dalam tahap pelaksaan ini. Proses
belajar mengajar akan berjalan secara efektif apabila guru dan kepala sekolah
memiliki tanggung jawab yang tinggi dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran.
Mutu pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik apabila guru dan kepala
sekolah bersama-sama untuk membuka diri terhadap masukan dan kritikan yang
membangun. Sebagai guru harus siap
diberi masukan oleh kepala sekolah berdasarkan hasil supervisi yang dilakukan
kepala sekolah. Begitupun kepala sekolah harus memiliki jadwal yang jelas dan
rinci untuk melakukan supervisi terhadap kinerja guru. Hasil supervisi kepala
sekolah menjadi fakta dan data yang benar untuk memeberikan informasi kepada
guru berkaitan dengan tugas ynag dikerjakannya selama disekolah. Apabila kepala
sekolah memiliki fakta dan data yang berkaitan dengan kinerja guru maka guru
akan menerima dengan terbuka terhadap masukan yang disampaikan oleh kepala
sekolah. Sebaliknya apabila kepala sekolah tidak melakukan supervisi (tidak berdasarkan
fakta dan data) yang diperoleh langsnung oleh kepala sekolah, maka masukan yang
diberikan oleh kepala sekolah tidak valid
dan berpengaruh negatif terhadap kinerja guru. Dengan demikian, kepala
sekolah dan guru akan terbuka dalam memberikan masukan atau kesuliatan yang
dihadapi dengan tujuan untuk kemajuan dan peningkatan mutu pembelajaran.
d) tahap evaluasi dan pengendalian. Pelaksanaan
pembelajaran berjalan secara efektif atau tidak dapat diketahui melalui
kegiatan evaluasi. Evaluasi ini penting dilakukan secara benar karena bertujuan
untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran yang telah dilakukan berjalan atau
tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Guru perlu menetapkan jenis
evaluasi apa yang digunakan dan hasil evaluasi diharapkan akan memilih pengaruh
dan dampak terhadap perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran selanjutnya. Dengan
dilaksanakannya evaluasi ini akan memberikan dampak dan manfaat bagi guru dan
siswa untuk peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan disamping itu
evaluasi yang dilakukan oleh guru dapat menjadi masukan untuk mengetahui
kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Dari sekian banyak siswa tentunya ada
diantara mereka yang menemui kesulitan dalam belajar. Siswa yang mengalami kesulitan belajar, dapat dilakukan
pemantapan atau perhatian khusus agar tidak ketinggalan dan dapat menyesuaikan
diri dengan siswa lain. Dalam mengatasi kesuliatan belajar siswa perlu
dicarikan solusinya, misalkan dengan remedial, pemantapan, belajar dengan teman
sejawat yang lebih pandai, atau membentuk kelompok belajar yang dibimbing oleh
guru.
Dengan demikian evaluasi juga
dapat menjadi umpan balik bagi guru untuk mempebaiki proses pembelajaran
selanjutnya. Agar evaluasi yang
dilakukan sesuai dengan tujuan yang diharapkan perlu diperhatikan dari mulai
persiapan awal menyiapkan bahan-bahan evaluasi yang diperlukan, menyusun
kisi-kisi evaluasi , menyusun jawabannya, membuat jadwal pemeriksaan serta
penyerahan hasil evaluasi dengan tepat waktu. Penyusunan soal sebaiknya
melibatkan beberapa guru bidang setudi sejenis atau bersama MGMP. Kepala
sekolah berperan dalam pengendalian sistim evaluasi agar evaluasi dapat
dilaksanakan sesua dengan tujuan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah bekerja
sama dengan guru untuk melakukan evaluasi dengan objektif agar hasil evaluasi
benar-benar menunjukan hasil belajar siswa yang sesungguhnya. Sehingga prestasi
yang diraih oleh siswa merupakan kerja keras siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran. Evaluasi yang dilaksanakan deengan penuih tanggungjawab dan
objektif dapat mengukur kemampuan siswa akan berdampak pada peningkatan mutu
yang berkelanjutan.
BAB
III
PENUTUP
A. Simpulan
Manajemen
kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif ,
komperehenship, sistematik dan sistematik dalam rangka mewujudkan kecapaian
tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya, manajemen kurikulum harus dikembangkan
sesuai dengan konteks manajemen berbasis sekolah (MBS) dan kurikulum tingkat
satuan pendidikan (KTSP). Oleh karena itu otonomi yang didirikan pada lembaga
pendidikan atau sekolah dalam mengelola kurikulum secara mandiri dengan
memprioritaskan kebutuhan dan ketercapaian sasran dalam visi dan misi lembaga
pendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijaksanaan nasional yang telah
ditetapkan.
B. Saran
Demikianmakalah yang kami buat, semoga dapat
bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan,
silahkan sampaikan kepada kami.Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan
dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari salah khilaf,
Alfa dan lupa.
1 Komentar untuk "Manajemen Kurikulum"
New casino offers: Slots, Table games, and video poker
This new casino offers 나주 출장마사지 slots and video poker to new players from all over the world 대전광역 출장샵 and 경주 출장마사지 makes them 당진 출장샵 feel like a 대구광역 출장샵 real casino.